TIPUAN EVOLUSI
Pada bagian buku ini, kami akan memeriksa sejumlah
gagasan yang dipegang oleh para penganut teori evolusi, yang tidak
meyakini keberadaan Allah, dan mencoba untuk menipu orang lain dengan
menyatakan bahwa segala sesuatu datang dengan sendirinya.
Namun ketika seseorang mencoba menipu orang lain, kebenaran akan
selalu datang pada akhirnya. Jika orang yang terlibat dalam upaya
penipuan itu memang pandai, ia akan senantiasa menyadari bahwa dirinya
telah berbohong. Dan karena para penganut teori evolusi mengungkapkan
kebohongan, mereka bersikap tidak konsisten. Pada halaman-halaman
berikut ini, kita akan melihat betapa tidak rasionalnya
pernyataan-pernyataan mereka, dan bagaimana tipuan mereka telah
disingkapkan.
APAKAH TEORI EVOLUSI ITU?
Atom adalah partikel-partikel terkecil pembentuk seluruh materi,
hidup ataupun tidak. Ini berarti, apapun di sekeliling kalian, termasuk
kalian sendiri, telah dibentuk melalui penyatuan berjuta-juta atom. Para
penganut teori evolusi (mereka yang mempercayai bahwa Darwin itu benar)
mengatakan bahwa atom-atom secara kebetulan menyatu bersama, dan bahwa
makhluk-makhluk hiduppun kemudian bermunculan. Menurut klaim yang tidak
masuk akal ini, suatu hari, angin ribut atau badai topan akan terjadi
dan atom-atom ini akan bergabung bersama-sama.
Menurut skenario Darwin, atom-atom ini bergabung untuk membuat
sel-sel. Seperti kalian ketahui, setiap makhluk hidup terbuat dari
sel-sel. Kumpulan sel ini lalu berkombinasi membentuk mata kita,
telinga, darah, jantung, pendeknya, seluruh tubuh kita.
Kalian harus mencamkan dalam benak bahwa sel-sel adalah sistem yang
sangat rumit. Dalam setiap sel, terdapat pelbagai organel yang berbeda.
Kita dapat membandingkan sel dengan sebuah pabrik yang luarbiasa besar.
Dalam sebuah sel, terdapat pabrik-pabrik pemroduksi, pengirim
bahan-bahan, gerbang-gerbang keluar masuk, pusat-pusat produksi,
pembawa-pembawa pesan, pusat-pusat kontrol energi, dan lain-lain.
Mungkinkah sebuah pabrik muncul tiba-tiba dengan sendirinya, dengan
batu, tanah, dan air yang datang bersama sesudah badai, dan semua ini
terjadi secara kebetulan? Tentu saja tidak! Setiap orang akan
menertawakan pernyataan yang menggelikan. Biarpun begitu, para penganut
teori evolusi membuat sebuah pernyataan yang ganjil dengan mengatakan,
Sel terbentuk secara kebetulan.
Biarkan Para Penganut Teori Evolusi Melakukan Percobaan!
Benda mati tidak pernah dapat berkumpul bersama dengan begitu saja untuk membentuk makhluk hidup. Allah telah menciptakan jagat raya dan semua makhluk hidup dari ketiadaan. |
Biarkan para penganut teori evolusi menyediakan tong besar. Dalam
tong itu, biarkan mereka meletakkan seluruh atom yang mereka inginkan.
Izinkan mereka memasukkan dalam tong tersebut apapun yang mereka
kehendaki. Biarkan mereka meletakkan semua bahan mentah yang diperlukan
untuk membuat makhluk hidup di dalam tong itu. Biarkan mereka melakukan
apapun yang mereka inginkan, semaunya. Mereka dapat menyimpan dan
mengamati tong itu selama berjuta-juta tahun. (Mereka dapat
mendelegasikan tugas tersebut pada para penganut teori evolusi yang
lebih muda, mengingat satu masa kehidupan nyaris tak cukup panjang untuk
pekerjaan itu.)
Apa yang akan terjadi sebagai hasil dari semua ini?
Apakah pikirmu ceri, melon, stroberi, plum, violet, mawar, gajah,
jerapah, singa, kambing, kelinci, lebah, kucing, anjing, tupai, dan ikan
bisa muncul dari tong ini? Dapatkah seseorang yang berpikir, yang
menjadi senang atau bahagia, yang menyukai mendengarkan musik dan
membaca buku-buku, kemungkinan keluar dari dalamnya? Tentu saja tidak!
Tidak ada seorangpun, seperti profesor yang terus mengamati tong
tersebut, keluar dari dalam tong. Bukan cuma seorang profesor, satu sel
pun dari trilyunan sel dalam tubuh profesor tersebut, tidak ada yang
muncul.
Atom-atom tidak memiliki kehidupan. Dapatkah materi yang tidak
memiliki kehidupan ini muncul bersamaan untuk menghasilkan makhluk yang
hidup, bisa tertawa, dan berpikir?
Tentu saja tidak. Tak ada makhluk hidup yang bisa muncul dari tong
tersebut. Karena makhluk hidup tak terbuat dari potongan-potongan materi
yang tidak memiliki kehidupan, yang disatukan secara kebetulan. Allah
menciptakan semua makhluk hidup. Allah menciptakan manusia, pegunungan,
danau-danau, kambing-kambing, singa, dan bunga-bunga, ketika tak ada
apapun yang muncul. Ia menciptakan segala sesuatu dari ketiadaan hanya
dengan memberikan perintah Jadilah!
BAGAIMANA, MENURUT PARA PENGANUT TEORI
EVOLUSI, MAKHLUK HIDUP BERKEMBANG?
EVOLUSI, MAKHLUK HIDUP BERKEMBANG?
Allah menciptakan semua spesies, dan tak satu pun di antara
spesies-spesies ini dapat berkembang dari yang lain. Ini karena setiap
spesies memiliki ciri-ciri yang unik.
Namun, teori evolusi keliru mengklaim bahwa makhluk hidup berkembang
sepanjang waktu, mengembangkan ciri-ciri yang berbeda, dan berubah
menjadi makhluk-makhluk lain. Kalian semua sudah menyaksikan kura-kura,
kadal, ular; para penganut teori evolusi membuat klaim yang tak masuk
akal bahwa reptil-reptil (binatang melata) ini berubah secara kebetulan
menjadi burung.
Maka, apa peristiwa-peristiwa yang mereka klaim telah menyebabkan
reptil berubah menjadi makhluk hidup lain? Para penganut teori evolusi
percaya bahwa evolusi terjadi sebagai hasil dari dua peristiwa terpisah
yang terjadi secara sinambung, disebut mutasi dan seleksi alam. Ini,
sesungguhnya, adalah keyakinan yang tidak masuk akal, dan suatu
pemikiran tanpa dasar ilmiah.
Apakah Seleksi Alam Itu?
Terdapat spesies makhluk
hidup yang tak terhitung jumlahnya di dunia. Para penganut teori
evolusi tidak akan pernah dapat menjelaskan bagaimana spesies-spesies
yang beraneka ragam ini dapat terbentuk. Ini adalah salah satu contoh
terbaik dari daya seni kreatif Allah.
|
Penjelasan paling sederhana untuk seleksi alam adalah bahwa makhluk
yang paling kuatlah yang akan selamat, sementara makhluk yang lemah akan
menghilang. Mari jelaskan ini dengan sebuah contoh: bayangkan
sekelompok rusa, yang kerap diserang oleh binatang-binatang buas. Ketika
serangan itu terjadi, rusa akan berlari kencang, dan hanya rusa yang
paling tangkas dan lari paling cepatlah yang akan selamat. Pelan-pelan,
rusa yang lemah dan lamban akan sepenuhnya menghilang, karena para
pemangsa berhasil memburu mereka. Hanya tertinggal kini rusa-rusa yang
sehat dan kukat. Karena itu, setelah beberapa waktu, kumpulan itu hanya
akan terdiri dari rusa-rusa yang kuat.
Apa yang sudah kita katakan sejauh ini sungguh-sungguh benar, namun
hal-hal ini tidak berkaitan dengan evolusi. Bertentangan dengan hal ini,
para penganut teori evolusi yakin bahwa sekumpulan rusa seperti itu
dapat pelahan berkembang menjadi jenis hewan lain, jerapah misalnya.
Kalian bis amelihat betapa kelirunya mereka! Tak peduli seberapa cepat
seekor rusa berlari, atau seberapa jauh ia memanjangkan lehernya ke
atas, rusa itu tidak dapat berubah menjadi binatang lain, seperti seekor
singa atau jerapah. Perubahan seperti ini hanya terjadi dalam
dongeng-dongeng saja. Kalian mungkin mengetahui kisah tentang kodok yang
berubah menjadi seorang pangeran. Satu-satunya cara (THE ONLY TIME)
kodok dapat berubah menjadi seorang pangeran hanya ada dalam dongeng.
Bagaimanapun, dalam kehidupan nyata, tidaklah mungkin seekor rusa
berubah menjadi seekor singa atau makhluk hidup lainnya. Kendati
demikian, para penganut teori evolusi tetap berkeras bahwa
binatang-binatang itu dapat melakukannya!
Apa yang Dimaksud dengan Mutasi?
Maka, dengan ingatan akan bencana seperti itu, inilah apa yang
diinginkan oleh para penganut teori evolusi agar kita yakini: Satu hari,
seekor ikan mengalami mutasi. Misalnya, ikan itu terkena, seperti
orang-orang Hiroshima, radiasi atau hal sejenis itu. Sebagai hasil
mutasi ini, beberapa perubahan terjadi dalam tubuh ikan, dan suatu hari,
ikan itu berubah menjadi buaya. Ini jelas klaim yang betul-betul edan.
Lebih dari itu, seperti kami jelaskan di atas, mutasi selalu
membahayakan makhluk-makhluk hidup. Menjadikan mereka lumpuh atau sakit
parah.
Kita dapat membandingkan klaim para penganut teori evolusi dengan
contoh berikut ini: Jika kalian memegang kapak dan menghantamkannya ke
televisi hitam putih, dapatkah kalian mengubahnya menjadi televisi
berwarna? Tentu saja tidak! Kalau kamu secara acak memukul televisi
dengan sebuah kapak, kalian hanya akan mendapatkan televisi yang rusak.
Dengan cara yang sama, memukul sesuatu dengan kapak secara sembrono, tak
dapat tidak, pasti akan merusaknya. Karena itu, mutasi hanya akan
merusak makhluk hidup.
FOSIL-FOSIL YANG TAMPAKNYA TIDAK AKAN
DITEMUKAN OLEH PARA AHLI EVOLUSI
DITEMUKAN OLEH PARA AHLI EVOLUSI
Di bawah lapisan kerak
bumi kita dapat menemukan sisa-sisa jasad makhluk hidup yang hidup di
masa lalu. Sisa jasad ini disebut fosil dan fosil-fosil tersebut
menyanggah pernyataan yang dibuat oleh para penganut teori evolusi.
|
Fosil adalah bagian dari seekor binatang atau tumbuhan yang telah
mati lama berselangbiasanya ribuan atau bahkan jutaan tahun lalu.
Fosil tersimpan dalam formasi-formasi batuan di lapisan kerak bumi. Agar
tetumbuhan atau binatang dapat menjadi sebuah fosil, ia harus terkubur
secepatnya begitu mengalami kematian. Misalnya, kalau ada seekor burung
di tanah dan setumpuk pasir menimbunnya, maka sisa-sisa burung ini dapat
tersimpan jutaan tahun lamanya. Demikian pula jika terdapat getah damar
pepohonan yang menjadi fosil melalui proses-proses geologislantas
disebut amber [getah beku berwarna kekuningan, biasanya dibentuk
menjadi manik-manik perhiasan]. Pada peristiwa masa lalu, getah
pepohonan ini memerangkap serangga yang merayap di batang pohon.
Batang pohon itu kemudian mengeras, dan amber serta serangga di dalamnya
ikut terawetkan tanpa kerusakan selama jutaan tahun, sampai sekarang.
Ini membantu kita memahami lebih banyak makhluk-makhluk yang hidup lama
berselang. Sisa-sisa spesies yang terawetkan disebut fosil.
Apa yang Dimaksud dengan Fosil Bentuk Peralihan?
Para penganut teori
evolusi menyatakan, misalnya, bahwa bintang laut berkembang dalam waktu
jutaan tahun dan berubah menjadi ikan. Menurut pernyataan ini, harusnya
terdapat banyak “bentuk peralihan” untuk ditemukan antara bintang laut
dan ikan. Tapi tidak ada fosil dari bentuk peralihan semacam itu yang
ditemukan. Ada bintang laut dan ada ikan dalam data fosil, namun tidak
terdapat bentuk peralihan yang terbuat dari kombinasi aneh antara
keduanya.
|
Kekeliruan terpenting yang ditemukan oleh para pakar evolusi
berkaitan dengan bentuk-bentuk peralihan (transitional forms). Dalam
sejumlah buku evolusi, kadang-kadang ini disebut sebagai bentuk-bentuk
transisi antara/pertengahan.
Seperti kalian ketahui, para ahli evolusi mengklaim bahwa
makhluk-makhluk hidup berkembang satu sama lain. Mereka juga menyatakan
bahwa makhluk pertama muncul secara kebetulan. Mereka ingn kita percaya
bahwa makhluk itu pelan-pelan berubah menjadi makhluk lain, dan bahwa
makhluk lain berubah menjadi makhluk yang lainnya lagi, begitu
seterusnya.
Fosil yang tidak
terhitung jumlahnya dari ikan dan bintang laut telah ditemukan. Tetapi,
berlawanan dengan rekayasa para penganut teori evolusi, tidak terdapat
fosil dari masa peralihan yang ditemukan yang menunjukkan bintang laut
sedang dalam proses untuk berubah menjadi ikan.
|
Para ahli evolusi mengatakan bahwa ikan, misalnya, adalah keturunan
dari seekor makhluk yang menyerupai bintang laut. Ini berarti, suatu
hari, seekor bintang laut kehilangan salah satu tangannya karena mutasi.
Selama jutaan tahun berikutnya, bintang laut itu kehilangan lengannya
lebih banyak lagi, kecuali beberapa lengan yang mulai berkembang menjadi
sirip-sirip yang sesuai.. Sementara itu, secara simultan, semua
perubahan lain yang diperlukan oleh bintang laut untuk menjadi seekor
ikan, terjadi (Tak satupun hal seperti ini bisa terjadi, tentunya, namun
kita hanya mengingatkan diri kita sendiri tentang apa yang diinginkan
oleh ahli-ahli evolusi agar kita yakini). Menurut pakar-pakar evolusi
ini, bintang laut telah melewati pelbagai fase yang mengubah mereka
menjadi seekor ikan.
Bintang laut tidak pernah
berubah. Bintang laut pada hari ini tetaplah sama dengan bintang laut
pada jutaan tahun yang lalu. Hal ini membuktikan bahwa para penganut
teori evolusi telah berbohong. Di atas anda melihat seekor bintang laut
dan sebuah fosil bintang laut berusia 400 juta tahun.
|
Jadi, binatang-binatang imajiner dalam tahapan perubahan mereka
disebut sebagai spesies pertengahan dalam proses evolusi. Lagi-lagi,
sesuai dengan klaim para penganut teori evolusi yang tidak masuk akal,
makhluk-makhluk itu mestinya memiliki beberapa sisa atau belum
sepenuhnya membentuk bagian-bagian tubuh. Misalnya, spesies pertengahan
yang dinyatakan terbentuk ketika ikan berubah menjadi binatang melata,
mestinya memiliki kaki-kaki, sirip, paru-paru, dan insang setengah
dewasa.
Gambar kepiting hidup saat ini. Tidak ada perbedaan antara kedua kepiting tersebut,
bukan? Fosil kepiting yang hidup 150 juta tahun yang lalu. |
Kita harus ingat bahwa jika makhluk aneh seperti itu benar-benar
pernah hidup di masa lalu, kita pasti akan menemukan fosil sisa-sisa
jasad mereka. Menarik bahwa sampai sejauh ini, tak satu fosilpun dari
spesies pertengahan yang menurut para ahli evolusi ini ada, telah
ditemukan.
APA YANG TERJADI SEPANJANG PERIODE KAMBRIUM?
Fosil-fosil makhluk hidup paling tua berasal dari waktu yang dikenal
sebagai periode Kambrium, sekitar 500 juta tahun lalu. Makhluk-makhluk
yang hidup sepanjang periode Kambrium
Makhluk ini disebut “trilobite” hidup pada masa Cambrian.
|
Makhluk-makhluk ini muncul tiba-tiba sepanjang periode Kambrium.
Sebelumnya, tak ada makhluk hidup yang ada di planet ini. Fakta bahwa
makhluk-makhluk ini muncul tidak dari mana-mana dan semuanya secara
tiba-tiba adalah bukti bahwa Allah menciptakan mereka dengan seketika.
Jika teori yang diusulkan oleh para pakar evolusi itu benar, maka
makhluk-makhluk ini mestinya tumbuh pelahan dari nenek moyang yang lebih
sederhana. Jelas-jelas tidak ada jejak dari organisme semacam itu dalam
rekaman-rekaman fosil. Fosil-fosil memperlihatkan bahwa makhluk-makhluk
iniseperti makhluk hidup lainnyamuncul tiba-tiba sepanjang periode
Kambrium, dengan ciri-ciri mereka seutuhnya, tetapi tanpa nenek moyang
evolusioner tempat asal mereka berkembang. Ini merupakan bukti paling
nyata bahwa Allah telah menciptakan mereka.
Misalnya, ada makhluk yang disebut trilobita yang hidup sepanjang
periode Kambrium, kendati kita tidak bisa lagi melihatnya karena sudah
punah. Trilobita memiliki mata yang sangat rumit, tapi sempurna. Mata
ini dibuat dari ratusan sel berbentuk sarang lebah, yang memungkinkan
trilobita melihat dengan jelas. Jelas bahwa makhluk hidup dengan
karakteristik yang luarbiasa seperti ini tidak mungkin muncul secara
spontan berkat bantuan sesuatu yang sifatnya kebetulan saja.
KEKELIRUAN PERUBAHAN IKAN MENJADI
BINATANG MELATA (REPTILIA)
BINATANG MELATA (REPTILIA)
Pernahkah kalian memancing? Coba pikirkan! Apa yang akan terjadi jika
seekor ikan mengambil umpan, dan terkait pada joranmu, dan kalian
menyelamatkannya, membawanya pulang ke rumah, agar bisa beristirahat di
kebun belakang? Seperti yang baru saja kita katakan, ikan itu akan mati.
Kalau kalian pergi memancing lagi, dan kali ini membawa pulang banyak
ikan, lalu membawa mereka semua ke kebun belakangmu, maka, apa yang akan
terjadi? Hal yang sama: ikan-ikan itu akan mati semuanya!
Biarpun begitu, para ahli evolusi menolak menyetujui. Mereka bilang,
salah satu dari ikan di kebun belakangmu tiba-tiba mulai berubah ketika
sedang sekarat, dan berubah menjadi seekor reptil, dan terus hidup! Ini
benar-benar tidak mungkin!
Semua itu tidak mungkin karena ada begitu banyak perbedaan antara
ikan dan makhluk-makhluk daratan, dan seluruh perubahan ini tidak dapat
terjadi begitu saja secara kebetulan, dengan tiba-tiba. Mari kita
urutkan daftar beberapa hal yang diperlukan ikan agar bisa bertahan di
daratan:
1. Ikan menggunakan insang untuk bernapas di air. Namun, ikan di
darat tidak dapat bernapas tanpa insangnya, karena itu mereka akan mati
jika meninggalkan air. Ikan akan membutuhkan paru-paru untuk bernapas
di darat. Mari kita andaikan bahwa ikan memutuskan untuk meninggalkan
air dan tinggal di daratan kering: dari mana ia akan mendapatkan
paru-parunya? Lebih dari itu, ikan bahkan tak tahu apa itu paru-paru!
2. Ikan tidak memiliki sistem ginjal seperti kita, namun mereka akan
membutuhkannya untuk hidup di darat. Jika ikan memutuskan untuk pindah
ke daratan kering, jelas bahwa ikan tidak akan mampu menemukan ginjal
untuk dirinya sendiri, di manapun.
3. Ikan tidak punya kaki, itulah sebabnya mereka tidak dapat berjalan
ketika mencapai pantai. Lalu, bagaimana ikan pertama yang memutuskan
untuk muncul ke daratan akan menemukan kaki untuk dirinya sendiri?
Mengingat ini tidak mungkin, jelas bahwa para penganut teori evolusi
juga keliru soal yang satu ini.
Itulah tiga dari ratusan hal yang mesti dimiliki ikan agar bisa bertahan hidup di daratan.
Tentang Ikan yang Disebut Coelacanth
Para penganut teori
evolusi menyatakan bahwa coelecanth adalah ikan yang mulai berubah
menjadi makhluk melata. Pada waktu berikutnya, coelecanth hidup
ditemukan dan tipuan para penganut teori evolusi tersingkap. Coelecanth
adalah benar-benar seekor ikan.
|
Selama bertahun-tahun, para ahli evolusi kerap menggambarkan ikan
yang disebut coelacanth sebagai bentuk peralihan yang nyaris mencapai
daratan. Dalam semua buku dan majalah, para penganut teori evolusi
menggambarkan ikan ini sebagai bukti teori mereka. Mereka berpikir bahwa
coelacanth sudah ada sejak lama, sebelum akhirnya punah. Itulah
sebabnya mengapa mereka menyusun serangkaian kisah palsu ketika meneliti
fosil-fosil ikan ini.
Kemudian, hanya beberapa tahun silam, seorang nelayan menangkap
seekor coelacanth di jaringnya. Sejak itu, banyak ikan sejenis
tertangkap. Menjadi jelas bahwa coelacanth itu hanya ikan biasa. Lebih
dari itu, coelacanth tidak pernah bersiap-siap untuk hidup di darat,
seperti dinyatakan oleh para penganut teori evolusi. Ahli-ahli evolusi
itu mengatakan, Ikan ini tinggal di air yang sangat dangkal, karena itu
ia siap untuk pergi ke daratan. Pada kenyataannya, coelacanth tinggal
dalam air yang sangat dalam. Ikan itu bukanlah bentuk peralihan seperti
yang diinginkan para evolusi akan kita yakini. Coelacanth adalah ikan
yang nyata. Masih banyak lagi gagasan-gagasan palsu para penganut teori
evolusi yang sejak itu lalu terbongkar!
TIDAK BENAR BURUNG-BURUNG
BEREVOLUSI DARI REPTILIA
BEREVOLUSI DARI REPTILIA
Kisah panjang mereka adalah bahwa reptilia yang hidup di pepohonan
mulai melompat dari satu pohon ke pohon lainnya, dan ketika mereka
melompat, mereka menumbuhkan sayap. Namun ada kisah panjang lain ketika
sejumlah reptil mencoba untuk menangkap serangga-serangga terbiasa untuk
berlari dan mengepakkan tangan. Maka, lengan merekapun berubah menjadi
sayap.
Malah ada hal yang lebih penting. Para penganut teori evolusi
mengatakan bahwa dinosaurus besar menumbuhkan sayapnya ketika mencoba
menangkap serangga. Lalu, bagaimana serangga itu sendiri mampu terbang
di udara? Darimana sayap-sayapnya muncul? Ketika mereka mencoba untuk
menjelaskan bagaimana seekor dinosaurus raksasa dapat terbang, bukankah
semestinya mereka menjelaskan terlebih dahulu bagaimana seekor serangga
kecil mampu melakukannya? Tentu saja mereka harus melakukannya.
Namun inilah titik yang tidak pernah dapat dijelaskan oleh para ahli
evolusi. Serangga adalah salah satu dari makhluk terbang terbaik di
bumi. Serangga dapat mengepakkan sayap 500 sampai 1000 kali per detik.
Seperti kalian ketahui, serangga dapat bermanuver di udara dengan mudah.
Tak peduli berapa banyak kisah yang dapat dituturkan para ahli evolusi,
para pakar ini masih belum dapat menjelaskan bagaimana sayap-sayap
burung muncul. Kebenarannya begiini: Allah telah menciptakan sayap-sayap
burung dan serangga, bersamaan dengan kemampuan mereka untuk terbang.
Archaeopteryx, yang disebut oleh para ahli evolusi
sebagai suatu bentuk peralihan, pada kenyataannya adalah burung yang
sudah berbentuk sempurna!
Biarkan kami berikan padamu beberapa perbedaan di antara binatang melata (reptil) dan burung.
1. Burung punya sayap, tapi reptil tidak memilikinya.
2. Burung punya bulu, reptil bersisik.
3. Burung punya sistem tengkorak yang unik, dan tulang mereka
berlubang di tengahnya. Ini membuat mereka lebih ringan dan memudahkan
mereka untuk terbang.
Semua itu hanyalah beberapa perbedaan yang segera terlihat. Terdapat berbagai perbedaan lain di antara makhluk-makhluk ini.
Fosil seekor burung yang
disebut Archaeopteryx, yang oleh para penganut teori evolusi coba
gambarkan sebagai spesies penghubung, menunjukkan bahwa teori evolusi
ditegakkan di atas penipuan. Fosil ini adalah benar-benar seekor burung
dan menunjukkan bahwa burung tidak berubah selama jutaan tahun.
|
Jika satu spesies reptil telah berubah menjadi burung, mestinya ada
banyak makhluk yang hidup di antara reptil dan burung, yang
memperlihatkan tahap-tahap perubahan ini.
Para pemburu fosil seharusnya mampu setidaknya menemukan satu di
antara fosil-fosil ini. Yaitu, mestinya ada makhluk-makhluk bersayap
setengah, dengan badan setengah berbulu dan setengah bersisik, dengan
mulut setengah paruh. Fosil-fosil mereka semestinya telah ditemukan,
namun tak ada binatang semacam itu pernah ditemukan di antara begitu
banyak fosil di bumi. Fosil-fosil yang ditemukan tergolong pada reptil
sempurna, atau burung sempurna. Ini berarti, burung tidak berevolusi
dari reptil. Allah menciptakan burung-burung, persis seperti Ia telah
menciptakan semua makhluk hidup lainnya.
Tetapi, karena para ahli evolusi tidak ingin menerima ini, mereka
mencoba untuk meyakinkan orang bahwa apa yang mereka katakan itu benar,
dengan menciptakan kisah-kisah. Mereka menemukan fosil seekor burung
yang disebut Archaeopteryx, yang hidup kurang lebih 150 juta tahun lalu.
Ahli-ahli tersebut mengklaim bahwa burung ini merupakan bentuk
peralihan dari dinosaurus dan burung. Namun, mengatakan bahwa
Archaeopteryx adalah leluhur burung-burung, benar-benar tidak masuk
akal.
Karena:
1. Archaeopteryx memiliki bulu, seperti burung-burung kita saat ini.
2.
Archaeopteryx memiliki tulang dada yang sama, yang padanya sayap burung tersambung, seperti burung-burung terbang lainnya.
3. Archaeopteryx tidak mungkin merupakan leluhur semua burung, karena
fosil-fosil burung yang lebih tua dari Archaeopteryx sudah ditemukan.
KISAH PANJANG EVOLUSI MANUSIA
Para ahli evolusi menyatakan bahwa manusia berevolusi dari kera, dan
bahwa kera, karena itu, merupakan leluhur-leluhur kita. Baik Darwin
maupun ahli-ahli evolusi lainnya tidak pernah memiliki bukti untuk
mendukung klaim itu, yang sepenuhnya hanya rekaan belaka.
Pada kenyataannya, salah satu alasan mengapa teori evolusi
terpikirkan di tempat pertama adalah untuk membuat manusia melupakan
bahwa Allah telah menciptakan mereka. Jika orang percaya bahwa mereka
muncul ke dunia secara kebetulan, dan bahwa leluhur-leluhur mereka
adalah binatang, maka mereka tidak akan merasa memiliki tanggungjawab
terhadap Allah. Pada gilirannya kelak, hal ini menyebabkan mereka
melupakan semua nilai-nilai agamanya dan menjadi egois. Orang-orang yang
egois kehilangan perasaan-perasaan yang baik seperti cinta pada
masyarakat dan keluarga mereka. Kalian lihat, para ahli evolusi mencoba
untuk mengarahkan orang pada perasaan-perasaan semacam itu. Itulah
sebabnya mengapa mereka mencoba untuk menyebarluaskan teori evolusi.
Tujuan mereka adalah membuat orang melupakan Allah, sehingga, kepada
setiap orang, mereka berkata, Allah tidak menciptakan dirimu. Kamu
diturunkan dari kera, dengan kata lain, kamu adalah binatang yang maju.
Allah menciptakan
manusia dengan bahasa yang berbeda-beda dan dengan ras dan warna kulit
yang berbeda-beda. Keanekaragaman ini adalah nikmat yang luar biasa.
|
Sesungguhnya, Allah menciptakan umat manusia. Dibandingkan dengan
makhluk hidup lainnya, manusia adalah satu-satunya makhluk yang dapat
berbicara, berpikir, bergembira dan mengambil keputusan, cerdas, dapat
membangun peradaban dan berkomunikasi pada level yang tinggi. Allah-lah
Pemberi ciri-ciri ini pada umat manusia.
Para Ahli Evolusi Tidak Dapat Menawarkan Bukti
Apapun Bahwa Umat Manusia Berasal dari Kera
Apapun Bahwa Umat Manusia Berasal dari Kera
Sekarang, biarkan kami memberimu sebuah contoh ilmiah. Ada seorang
ilmuwan bernama Isaac Newton yang hidup di abad delapanbelas, dan
disebutkan telah menemukan daya tarik bumi (gravitasi). Ketika orang
bertanya padanya apa yang membuatnya begitu yakin, ia menjawab, Ketika
sebuah apel jatuh dari sebatang pohon, apel itu jatuh ke tanah. Tidak
menggantung di udara. Itu berarti ada kekuatan atau gaya yang mendorong
apel ke tanah, suatu gaya yang disebutnya gravitasi.

Karena itu, para ahli evolusi harus memperlihatkan sejumlah bukti
untuk membuat teori mereka meyakinkan. Misalnya, teori evolusi
menyatakan bahwa orang-orang berasal kera. Kita, karenanya, perlu
bertanya pada mereka: Dari mana Anda dapatkan gagasan ini, dan di mana
buktinya?
Jika leluhur manusia memang benar-benar kera, kita semestinya
berharap menemukan fosil-fosil setengah manusia-setengah kera untuk
menegaskannya. Namun, fosil semacam itu belum pernah ditemukan. Kita
hanya menemukan fosil-fosil manusia atau kera. Ini berarti bahwa para
ahli evolusi jelas belum punya bukti bahwa kera adalah leluhur manusia.
Namun, para pakar ini masih mencoba untuk menyesatkan orang dengan teori-teori mereka.
Beberapa Tipuan Para Penganut Teori Evolusi:
1. Para penganut evolusi membicarakan fosil-fosil spesies kera yang
telah punah, seakan-akan jenis kera itu termasuk dalam makhluk setengah
manusia-setengah kera.
Pasti kalian pernah melihat gambar seperti di atas di suatu tempat.
Para pakar evolusi menggunakannya untuk menipu orang-orang. Sebenarnya,
makhluk seperti itu tidak pernah ada. Di masa lalu, terdapat manusia dan
keras, persis seperti sekarang. Kedua kelompok itu, dulu maupun
sekarang, sepenuhnya terpisah dan tidak berhubungan satu sama lain. Tak
satupun makhluk setengah kera-setengah manusia seperti terlihat dalam
gambar-gambar halaman sebelum ini, yang pernah hidup di muka bumi. Hal
itu tidak akan pernah terjadi. Seperti telah kami nyatakan sebelumnya,
tak satu fosilpun ditemukan untuk membuktikan klaim tersebut.
Namun, para ahli evolusi terus-menerus mencoba tipuan-tipuan baru
pada topik ini. Misalnya, ketika menangani sebuah fosil dari suatu
spesies kera yang sudah punah, mereka mengklaimnya seolah benar-benar
tergolong dalam makhluk yang terletak di antara peralihan kera dan
manusia. Karena orang-orang tidak memiliki informasi memadai menyangkut
topik ini, mereka cenderung mempercayai apa yang dikatakan oleh para
penganut teori evolusi.
2. Para penganut evolusi memperlakukan fosil-fosil manusia dari ras-ras
yang berbeda seakan mereka benar-benar makhluk setengah kera-setengah
manusia.
Seperti kita ketahui, terdapat berbagai kelompok etnis di dunia:
Afrika, China, Pribumi Amerika, Turki, Eropa, Arab, dan banyak lainnya.
Jelas, orang-orang yang termasuk pada kelompok etnik yang berbeda
terkadang memiliki ciri-ciri yang berbeda. Misalnya, orang-orang Cina
memiliki mata berbentuk almond, dan beberapa orang Afrika berkulit
sangat gelap dengan rambut yang sangat keriting. Ketika kalian melihat
seorang Pribumi Amerika, atau seorang Eskimo, kalian akan segera
mengetahui bahwa mereka tergolong pada kelompok etnis yang berbeda. Di
masa lalu, ada banyak kelompok etnis lainnya, dan beberapa ciri mereka
mungkin berbeda dari orang-orang di masa sekarang ini. Misalnya,
tengkorak orang-orang ras Neanderthal lebih besar daripada tengkorak
orang-orang yang hidup hari ini. Otot-otot mereka juga lebih kuat
daripada kita.
Kendati demikian, para penganut Teori Evolusi menggunakan
perbedaan-perbedaan antarras ini sebagai cara untuk menipu orang lain.
Misalnya, ketika menemukan tengkorak seorang Neanderthal, mereka
mengatakan, Ini adalah tengkorak leluhur manusia yang hidup sepuluh
ribu tahun silam. Terkadang, tulang-tulang yang ditemukan lebih kecil
dibanding rata-rata ukuran tulang manusia sekarang ini. Dengan
menunjukkan fosil tengkorak semacam itu, para pakar evolusi akan
mengatakan, Pemilik tengkorak ini berada pada titik perubahan dari
seekor kera menjadi manusia.
Pada kenyataannya, bahkan hingga hari ini, masih terdapat anggota
suatu kelompok etnis yang memiliki tengkorak berukuran lebih kecil
daripada ukuran rata-rata. Misalnya, volume tengkorak Pribumi Australia
(orang-orang Aborijin) benar-benar kecil, tapi ini tidak berarti bahwa
mereka adalah makhluk setengah kera-setengah manusia. Mereka adalah
manusia normal, seperti kalian dan manusia lainnya.
Dengan demikian, kita dapat melihat bahwa fosil-fosil yang dilukiskan
oleh para pakar evolusi sebagai bukti evolusi manusia dari kera,
sebenarnya tergolong dalam spesies kera awal atau ras manusia yang kini
telah punah. Ini berarti, makhluk-makhluk setengah manusia-setengah kera
tersebut tidak pernah ada.
PERBEDAAN TERBESAR
Perbedaan terbesar antara kera dan manusia adalah bahwa manusia
memiliki jiwa, sementara kera tidak memilikinya. Manusia memiliki
kesadaran: mereka berpikir, bicara, dan menyampaikan
pemikiran-pemikirannya pada orang lain dalam kalimat-kalimat rasional,
membuat keputusan-keputusan, merasakan, mengembangkan selera-selera,
mengetahui tentang seni, lukisan, membuat lagu-lagu, menyanyi, dan penuh
dengan cinta serta nilai-nilai moral. Semua kemampuan ini unik sifatnya
bagi jiwa manusia. Hanya manusialah yang memiliki ciri-ciri unik ini.
Para pakar evolusi tidak mampu menjawab pertanyaan ini. Guna menyamai
manusia, seekor kera harus melewati banyak perubahan fisik dan kecakapan
unik bagi manusia. Adakah kekuatan alam lain yang dapat memberikan
kemampuan seperti melukis, berpikir, atau menyusun komposisi pada kera?
Jelas tidak! Hanya manusia yang diciptakan Allah dengan kemampuan
seperti itu, dan Ia tidak memberikan salah satu dari kecakapan tersebut
pada binatang. Seperti telah kita lihat, tidaklah mungkin bagi kera
untuk berubah manjadi manusia. Manusia sudah menjadi manusia sejak hari
mereka diciptakan. Ikan akan selalu menjadi ikan, dan burung-burung
senantiasa menjadi burung. Tidak ada makhluk yang merupakan leluhur dari
makhluk lainnya. Allah adalah Pencipta umat manusia dan semua makhluk
hidup lainnya. Alasan yang diklaim oleh para penganut Teori Evolusi
tentang manusia yang diturunkan dari kera adalah kemiripan fisik di
antara keduanya. Tetapi, banyak terdapat makhluk lain di Bumi yang malah
lebih menyerupai manusia. Kucing dan anjing menyimak dan mengikuti
perintah, seperti manusia. Apa yang kalian pikirkan jika seseorang
mengatakan bahwa manusia diturunkan dari anjing, burung beo, atau
gurita? Kalian lihat, tak ada perbedaan antara gagasan ini dan
kisah-kisah yang direka oleh para penganut teori evolusi.
ALLAH ADALAH PENCIPTA SEMUANYA
Tuhan kita adalah Yang meletakkan milyaran potongan informasi ke
tempat yang begitu kecil,sehingga kita bahkan tidak dapat melihat tanpa
peralatan khusus.
Allah adalah Yang telah menciptakan kita, mata kita, rambut kita, dan kaki kita.
Ia juga Pencipta keluarga kita, orangtua, saudara lelaki dan perempuan, teman-teman dan guru.
Allah juga telah memberikan kita indera pengecap dan pencium. Jika ia
tidak memberikan kita kemampuan-kemampuan ini, kita tidak akan dapat
mengecap rasa bahan-bahan yang kita makan. Hal yang sama juga
terjadiapakah kita makan kentang atau kue. Allah tidak sekadar
menciptakan makanan-makanan yang lezat dan berbau sedap, Ia juga
memberikan kita kemampuan-kemampuan yang memungkinkan kita menikmatinya.
Ada beberapa hal yang kalian sukai. Kalian menikmati dan
memikirkannya sebagai kesenangan. Hal Misalnya, makanan penutup yang
kalian santap dengan nikmat, sebuah permainan yang kalian nikmati
permainannya, atau pergi bersama orang-orang yang kalian cintai. Apapun
itu, kalian tidak boleh melupakan bahwa Allah-lah Yang memungkinkan
kalian untuk menikmati hal-hal semacam itu.
Sebagai permulaan, ada saat di mana kalian tidak ada. Pikirkanlah,
kalian tidak ada sebelum dikandung Ibu. Kalian tiada. Allah
menciptakanmu. Ia membuatmu dari ketiadaan.
Karena itu, kita harus bersyukur pada Allah untuk setiap momen
kehidupan kita. Dalam segala hal yang kita nikmati, dan kita cintai,
kita harus mengingat Allah, dan berkata, O Allah, selamanya aku
bersyukur padaMu atas segala rahmatMu. Jika kita mendapatkan diri
berada dalam situasi yang tidak kita sukai, kita semestinya berdoa lagi
pada Allah, karena Ialah satu-satuNya yang dapat mengatasi keadaan.
Allah senantiasa mendengar doa-doa kita dan menanggapinya. Allah
mengetahui apa yang kita pikirkan di kedalaman hati kita; Ia mendengar
dan menjawab setiap doa.
Apa yang harus kita lakukan adalah mempersembahkan rasa terimakasih
bahagia kita kepada Tuhan kita yang telah menciptakan kita, dunia, dan
seluruh rahmat yang dikandungnya. Dengan mengetahui bahwa Allah
senantiasa bersama kita, bahwa Ia melihat dan mendengarkan kita setiap
saat, maka kita harus senantiasa berada dalam perilaku terbaik kita.
Mereka menjawab: "Maha Suci Engkau, tidak
ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada
kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana."
(QS. al-Baqarah, 2:32)


